Pages

March 08, 2010

aku..mentari.....

melati tak hentinya tanya bertanya mengapa pada dedaun kering yg hampir mati..
mawar tak jua terima mengapa harum harus bersanding dgn duri yg terberi..

matahari tak mengerti, mengapa ia harus sembunyi saat sang bulan berlaga, padahal ia lah sang penabur cahaya.. mengapa bulan yg dipuja, tetapi mentari yg terhina? katanya bersinar tralu terik hingga buta mata manusia, katanya sengat teralu panas, hangus pula smangat dunia. mentari tersedu, malah berbunga para hijau ditaman. bila matahari sedang penuh smangat, para pekerja mengamuk, mengumpat bangsat padanya.. tanah meretak retak tanda protes, air kabur mengumpat buat manusia kalang kabut kekeringan..

pada saat itu sang bulan berleha2, menunggu dirinya dipuja. oleh para wanita. oleh para insan yg sedang bercinta. oleh para penyair syahdu di dunia. oleh semua umat.

mentari iri, iri dgn sambut hangat pada sang bulan. tapi mentari baik hati.. ia tahu, dunia kan mati tanpa hadirnya, sang bulan tak bercahaya, dedaun tak makan. melati akan mati seperti dedaun kering. mawar tak lg wangi tetapi tetap berduri.

mentari tak butuh puji, karena dirinya percaya diri..

memulai kembali apa yang pernah takut dijalani.....

memulai baru suatu hal, dimana sebelumnya pernah mengalami kegagalan yang berimbas pada kehilangan kepercayaan, itu menakutkan.



tapi itu pilihan


mau tidak kita menjalaninya, memiliki ketakutan tersebut, melebur dlm diri kita, menjadi bagian jiwa kita, sehingga bukan menjadi hal asing yang kita hindari.
ktakutan itu menjadi fase yang harus dijalani, dilewati dan berhasil dikalahkan..

mau tidaknya mencoba kembali, dari titik nol lagi.. pengenalan kembali situasi, kondisi, karakter.. membuka hati lagi.. menerima hal baru, perubahan, hal2 yang tidak familiar.. semua butuh waktu, ada proses, ga instan..

berarti skali lagi meniti kesabaran untuk menjalani proses tsb..

smoga aku diberi kekuatan.. amin :D

my down... :(

People have their own ups & downs. Everyone does.

Now, im having my own down..

im doing the old same stupid mistake, make a call when i surely know there wont be any answer at all..

i know.. people care for me, yet they have their own bussiness.. so, im here, all by self, looking forward what happen next.. prepare for the worst *when im thinking, what the worse could happen??*

hahahahaha..

can i have someone to share everything, like i used to have?! hmm..

biar kamu merindu.. :))

aku menerima apa apa yang kamu kasih. kasih makna kcintaan sarat tertuang dari hari hari yg kamu temani. kabur kabur untuk hadir, walau jerit2 tugas meraung2 pinta kamu jamah mereka.
tapi kamu pilih aku, katamu.


cuma 4 hari, kenapa terburu2? katamu lagi.
Kutarik 2 senti kanan dan 2 senti kiri bibirku, melukis senyum yg sekiranya tetap tak jawab pertanyaan yg ngiang ngiung layaknya nyamuk mondarmandir di telingamu.
terusnya aku buka mulutku, kubilang biar kamu tetap merinduku tuk kembali lagi dilain waktu.
sehabis itu..


Lima jariku melambai kearahmu, punyamu juga.. tapi sama2 tak ikhlas.
Aku melangkah menjauh, kamu tetap disitu dgn raut haru biru merinduku, sampai benar lenyap rupaku dari jangkau penyaksianmu

Dalam hati..
selamat jalan. sampai jumpa lagi. sampai aku akan banyak menerima apa2 yg kamu kasih.



*dedicated 4 people i do love,

L.U.K.A

Lamat lamat aku nikmati.
Irisan demi irisan dari kata kata itu. Mengikatku semakin erat. Semakin kuat. pilu merambat, menyapa mayat yg bersemayam dengan jiwa tersayat.

Mana kini kau bilang cinta?
smua cuma racikan kata yang seolah jadikan aku permata?
Kini, terbalut luka kupejam mata.
Tak inginkah kau belai gurat senyum yang miris tersisa? Terlukis pedih menangis miris?
Tak adakah inginmu tuk balutkan darahku yg mengalir dari hati yg telah tercabik? Tak ibakah kamu?

Tak terasakah olehmu, tiap nafas yg tertiup sebutkan namamu
Dimana jiwaku menapaki hari bersamamu
Tak terdengarkah olehmu, nyanyian ombak itu kusampaikan untukmu
Bukan hanya diterang purnamamu, namun disetiap waktuku
Disaat ku melagu, meragu, bahwa memang rasa itu utuh untukku

harapku adalah nadi itu kita miliki bersama, satukan asaku dengan milikmu..
memang terpisah raga, tapi kuharap derap jiwa melangkah bersama..

Itu harapku

Bukan milikmu, karena nyatanya kau berjalan sendiri.
higga aku tak sanggup berdiri.

last call : Purnama yang terbias......

purnama sudah benar2 gelap tak lg terlihat
Hanya bias-buas menggerogoti hati penuh harap-harap merayap
Terjerembab aku melahap
Pedih luka tersayat-sayat
Menjadi mayat

Sekali lagi, terpaksa kugadai rasa
harus lagi hilang asa
Putus terputus mengendus-ngedus nafas sisa
Kali ini, sudah saatnya
Saat purnama mengafankan cinta
Menimbun jiwa dengan doa
Agar keduanya dapat bertahan hidup dalam nestapa

White Flag |~

Baiklah. Aku menyerah. Aku mengaku kalah. Kukibarkan bendera putih itu, di depan wajahmu. Didepan pupilmu yang bergerak2. Aku tak mampu mengartikannya, entah kau kegirangan atau kau terpaku terkejut. Tp, tidak. Kurasa, kau tidak lagi terkaget2 dengan keputusanku ini. Aku sudah kalah. Sejak lama. Sejak aku menggadaikan segala rasa yg aku pny. Sudah jatuh tempo & aku tidak mampu menebusnya kmbali. Teralu mahal. Aku sudah jatuh miskin. Tak ada lagi yg mampu aku berikan. Maka, aku menyerah.

Kmu terdiam saja. Tidak sepatah katapun terucap. Membeku. layaknya kau tenggelamkan saja aku kdlam hatimu, hatimu sperti es batu. Aku membiru. aku terkakukaku.

Tolong. Aku ingin berteriak. Tidakkah kau dengar itu, sayangku? Aku ini memiliki sebilah pedang yg kupakai untuk menusuk jantungku sendiri. Karena aku ingin mati. Lari saja dari diri yg juga tak lagi mencintai. Aku ini, sering mengucap bunuh diri. Bukan cm skali. Sudah beribu kali, tp tak pernah terjadi. jangan kau anggap aku ini pengecut sejati, aku cm sedang mencari belati. mana yg paling tajam melukai. Ternyata itu berbentuk hati.

Hatimu itu belatiku. Yang mencabik2 milikku, disaat aku menyayangimu. disaat aku tak meminta balas budi saat kusebrangi lautan kematian, kau tak mau mengarunginya lagi. kau takut tersakiti. tapi, kini aku sudah bersimpuh darah penghabisan. Nyawaku juga kugadai saja. Biar habis sgala perkara.

~p.e.n.j.a.r.a~

aku dikurung malam,
tak lekang meregang
memberi ruang
merekahkan kebisuan

Kulelah menjilati rindu
Yang tak habis2 meski hati tinggal seonggok tersayati
Dimana kau belati, kini aku ingin mati
Karena pekat mengikatku
ku buta diserang cinta
yang didakwa meja hijau peradilan.

dijeruji itu kita bersama, sang adam. menikmati penjara meski kita tak diizinkannya berkata-kata
hanya mampu bermain mata
menebak-nebak makna yang tidak terkuak

Keadilan tidak pada kita, sayang.
kau dan aku digantung paksa.
dibunuhnya nadi yang sedang mengalir seirama
cekik hingga nafas tak lagi ada

Langsak rusak teracak-acak
Mimpi yang terucap melalui debu2 yang mengganggu
Kini terdekap nyanyian hujan
Kukecap nisan kisah kita
Ditimbunnya dengan doa-doa
Supaya kelak, kita dipersatukannya.

my fave quotes ^^

I'm not standing beside you now, not holding you in person. But I am with you. My arms embrace you. My prayers are sent to give you strength so you will know that you are loved and yes, admired too, for all you did and do. And it's my deep hope that what I send to you will be enough to see you through..

"deep inside me, i know i can be the one"

hidupku adalah hari ini. maka aku akan menikmati yang tersaji di hari ini. tak usah pusing memikirkan esok yang tak pasti datang atau masa lalu yang tak lagi teraih kembali.. :)