Pages

June 07, 2010

surat kedua: semi

aku sedang duduk di pengayun pada taman yang berlapangkan luas dengan serendeng bunga-bunga merah yang sedang merekah. indah. ada tetes-tetes yang mengembun di dedaun yang masih hijau, begitu pun pada yang mulai menguning tanda sudah cukup umur.
dengan berbalut syal jingga yang dulu kau beli di Ancol dulu, aku merasakan kehangatan yang masih sama.

Pangeran, sudah semi lagi. sudah dua surat aku tulis untukmu, tapi tak kunjung juga aku terima balas darimu.
mana?
sejak dipertengahan gugur aku menggurat kata-kata untukmu, sampai kini tak jua ada secarik larik yang katakan kau merindu. aku menunggu. apa mungkin karena memang surat itu, tak pernah sampai di tanganmu, tak pernah kata demi katanya kau baca dengan bola mata yang bergerak-gerak mengikuti memori kita yang dialiri sejuta rasa. ya, mungkin saja saat pria tua itu menyampaikan sebuah amplop berwarna gading ini, kau sedang tak ada di tempat, hingga surat ini hanya diletakkan dimeja tempat dulu kau pajang pigura gambar kita berdua.

dulu. dulu. semua cerita tentang masa dahulu.
sepertinya hanya aku saja yang tinggal dimasa sebelum "aku" sekarang. mungkinkah kau juga terjebak dalam mesin waktu hingga rasanya meski tahun-tahun berlalu, kisah itu masih berlaku?
mesin waktu. aku tersenyum membayangkan apabila nyata adanya sang mesin waktu, dengan emisi yang bisa membawa aku kembali ke tahun-tahun penuh lagu yang kita dendangkan berdua. tidak hanya di tepi pantai yang landai. tapi juga di serigai kota yang gemerlap, di warung tenda, di motor tua, di beranda. lagu-lagu yang menjadi satu. satu dengan mimpi dan harap kita yang terlahap masa.

Pangeran,
aku kedinginan.
ternyata, meski surya sudah menerangi daratanku, tapi ada angin yang masih menusuk tulang-tulangku.
ya, pangeran..
dia memang sudah menghangati sebagian dari aku, tapi setengahnya, masih mencarimu.


*tulisan ini adalah kisah berlanjut dari "balasan yang datang terlambat"

MySpace MySpace MySpaceMySpace   MySpace

0 comments:

Post a Comment

my fave quotes ^^

I'm not standing beside you now, not holding you in person. But I am with you. My arms embrace you. My prayers are sent to give you strength so you will know that you are loved and yes, admired too, for all you did and do. And it's my deep hope that what I send to you will be enough to see you through..

"deep inside me, i know i can be the one"

hidupku adalah hari ini. maka aku akan menikmati yang tersaji di hari ini. tak usah pusing memikirkan esok yang tak pasti datang atau masa lalu yang tak lagi teraih kembali.. :)