diantara perasaan kecewa yang masih belum sempat kutorehkan
diantara kerinduan yang masih terselip di suatu perpaduan perasaan
diantara cinta yang kadarnya juga berbeda
diantara pribadi yang sama sama menjadi pelita dalam hari hariku ini
diantara kebahagiaan yang sesaat kurasakan diantara rasa yang tak pernah kurasa
dan bergejolak di setiap suasana
diantara belahan jutaan perasaan yang muncul tiba tiba
begitu cepat dan nyaris membuat aku terbelenggu dalam pemikiran panjang
dalam suatu pertanyaan pertanyaan yang tak kutemukan rahasia jawabannya
menggantungkan semua rasa ini yang entah belum jelas arahnya
yang tak bisa membuat jemariku menunjuk apa yang kumau
yang tak bisa membuat mata ku berpaling meskipun ingin rasanya sedikit melirik
terpenjaranya aku pada kuatnya perasaan yang berkolaborasi itu
tak ingin menyakiti karna aku juga pernah disakiti
tak ingin disakiti karna rasa itu membuat aku terpenjara sepi dan nyaris membuatku mati
tak ingin perubahan terjadi lagi
tak ingin suasana itu berganti
sekalipun sering terpikir olehku
memperbolehkan kunang kunang kecil untuk masuk
dan menghibur rasa sakit yang membaur menjadi satu
ketulusan ini datang dari dalam hati
yang tak pernah kuhitung seberapa dalamnya lorong hatiku untuk membuka lagi pintu maafku
meskipun terus berkalikali kucoba bohongi
tapi semua rasa selalu berteman dengan perjalanan
dan membuatku tak merasa sendirian
mungkin hanya menunggu langkah dan sedikit jarak terlampaui
atau mungkin angin yang membawa aku terbang mengikuti aliran sebuah perasaan...
diantara cinta yang kadarnya juga berbeda
diantara pribadi yang sama sama menjadi pelita dalam hari hariku ini
diantara kebahagiaan yang sesaat kurasakan diantara rasa yang tak pernah kurasa
dan bergejolak di setiap suasana
diantara belahan jutaan perasaan yang muncul tiba tiba
begitu cepat dan nyaris membuat aku terbelenggu dalam pemikiran panjang
dalam suatu pertanyaan pertanyaan yang tak kutemukan rahasia jawabannya
menggantungkan semua rasa ini yang entah belum jelas arahnya
yang tak bisa membuat jemariku menunjuk apa yang kumau
yang tak bisa membuat mata ku berpaling meskipun ingin rasanya sedikit melirik
terpenjaranya aku pada kuatnya perasaan yang berkolaborasi itu
tak ingin menyakiti karna aku juga pernah disakiti
tak ingin disakiti karna rasa itu membuat aku terpenjara sepi dan nyaris membuatku mati
tak ingin perubahan terjadi lagi
tak ingin suasana itu berganti
sekalipun sering terpikir olehku
memperbolehkan kunang kunang kecil untuk masuk
dan menghibur rasa sakit yang membaur menjadi satu
ketulusan ini datang dari dalam hati
yang tak pernah kuhitung seberapa dalamnya lorong hatiku untuk membuka lagi pintu maafku
meskipun terus berkalikali kucoba bohongi
tapi semua rasa selalu berteman dengan perjalanan
dan membuatku tak merasa sendirian
mungkin hanya menunggu langkah dan sedikit jarak terlampaui
atau mungkin angin yang membawa aku terbang mengikuti aliran sebuah perasaan...







0 comments:
Post a Comment